Kamis, 11 Maret 2010

PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN


PENGANGGURAN DAN KEMISKINAN

A. PENGANGGURAN

Pengangguran adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Masalah pengangguran yang menyebabkan tingkat pendapatan nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat tidak mencapai potensi maksimal yaitu masalah pokok makro ekonomi yang paling utama.

I. JENIS-JENIS PENGANGGURAN

Pengangguran sering diartikan sebagai angkatan kerja yang belum bekerja atau tidak bekerja secara optimal. Berdasarkan pengertian diatas, maka pengangguran dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu :

1. Pengangguran Terselubung (Disguissed Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena suatu alasan tertentu.

2. Setengah Menganggur (Under Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.

3. Pengangguran Terbuka (Open Unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.

Macam-macam pengangguran berdasarkan penyebab terjadinya dikelompokkan menjadi beberapa jenis, yaitu :

a. Pengangguran konjungtural (Cycle Unemployment) adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan gelombang (naik-turunnya) kehidupan perekonomian/siklus ekonomi.

b. Pengangguran struktural (Struktural Unemployment) adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang. Pengangguran struktuiral bisa diakibatkan oleh beberapa kemungkinan, seperti :

* Akibat permintaan berkurang

* Akibat kemajuan dan pengguanaan teknologi

* Akibat kebijakan pemerintah

c. Pengangguran friksional (Frictional Unemployment) adalah pengangguran yang muncul akibat adanya ketidaksesuaian antara pemberi kerja dan pencari kerja. Pengangguran ini sering disebut pengangguran sukarela.

d. Pengangguran musiman adalah pengangguran yang muncul akibat pergantian musim misalnya pergantian musim tanam ke musim panen.

e. Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi akibat perubahan atau penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin

f. Pengangguran siklus adalah pengangguran yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan perekonomian (karena terjadi resesi). Pengangguran siklus disebabkan oleh kurangnya permintaan masyarakat (aggrerat demand).

II. SEBAB-SEBAB TERJADINYA PENGGANGURAN

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pengganguran adalah sebagai berikut:

1. Besarnya Angkatan Kerja Tidak Seimbang dengan Kesempatan Kerja

Ketidakseimbangan terjadi apabila jumlah angkatan kerja lebih besar daripada kesempatan kerja yang tersedia. Kondisi sebaliknya sangat jarang terjadi.

2. Struktur Lapangan Kerja Tidak Seimbang

3. Kebutuhan jumlah dan jenis tenaga terdidik dan penyediaan tenaga terdidik tidak seimbang

Apabila kesempatan kerja jumlahnya sama atau lebih besar daripada angkatan kerja, pengangguran belum tentu tidak terjadi. Alasannya, belum tentu terjadi kesesuaian antara tingkat pendidikan yang dibutuhkan dan yang tersedia. Ketidakseimbangan tersebut mengakibatkan sebagian tenaga kerja yang ada tidak dapat mengisi kesempatan kerja yang tersedia.

4. Meningkatnya peranan dan aspirasi Angkatan Kerja Wanita dalam seluruh struktur Angkatan Kerja Indonesia

5. Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Kerja antar daerah tidak seimbang

Jumlah angkatan kerja disuatu daerah mungkin saja lebih besar dari kesempatan kerja, sedangkan di daerah lainnya dapat terjadi keadaan sebaliknya. Keadaan tersebut dapat mengakibatkan perpindahan tenaga kerja dari suatu daerah ke daerah lain, bahkan dari suatu negara ke negara lainnya.

III. DAMPAK-DAMPAK PENGANGGURAN TERHADAP PEREKONOMIAN

Untuk mengetahui dampak pengganguran terhadap per-ekonomian kita perlu mengelompokkan pengaruh pengganguran terhadap dua aspek ekonomi , yaitu:

a. Dampak Pengangguran terhadap Perekonomian suatu Negara

Tujuan akhir pembangunan ekonomi suatu negara pada dasarnya adalah meningkatkan kemakmuran masyarakat dan pertumbuhan ekonomi agar stabil dan dalam keadaan naik terus.

Jika tingkat pengangguran di suatu negara relatif tinggi, hal tersebut akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan ekonomi yang telah dicita-citakan.

Hal ini terjadi karena pengganguran berdampak negatif terhadap kegiatan perekonomian, seperti yang dijelaskan di bawah ini:

§ Pengangguran bisa menyebabkan masyarakat tidak dapat memaksimalkan tingkat kemakmuran yang dicapainya. Hal ini terjadi karena pengangguran bisa menyebabkan pendapatan nasional riil (nyata) yang dicapai masyarakat akan lebih rendah daripada pendapatan potensial (pendapatan yang seharusnya). Oleh karena itu, kemakmuran yang dicapai oleh masyarakat pun akan lebih rendah.

§ Pengangguran akan menyebabkan pendapatan nasional yang berasal dari sector pajak berkurang. Hal ini terjadi karena pengangguran yang tinggi akan menyebabkan kegiatan perekonomian me-nurun sehingga pendapatan masyarakat pun akan menurun. Dengan demikian, pajak yang harus dibayar dari masyarakat pun akan menurun. Jika penerimaan pajak menurun, dana untuk kegiatan ekonomi pemerintah juga akan berkurang sehingga kegiatan pembangunan pun akan terus menurun.

§ Pengangguran tidak menggalakkan pertumbuhan ekonomi. Adanya pengangguran akan menye-babkan daya beli masyarakat akan berkurang sehingga permintaan terhadap barang-barang hasil produksi akan berkurang. Keadaan demikian tidak merangsang kalangan Investor (pengusaha) untuk melakukan perluasan atau pendirian industri baru. Dengan demikian tingkat investasi menurun sehingga pertumbuhan ekonomipun tidak akan terpacu.

b. Dampak pengangguran terhadap Individu yang Meng-alaminya dan Masyarakat

Berikut ini merupakan dampak negatif pengangguran terhadap individu yang mengalaminya dan terhadap masyarakat pada umumnya:

§ Pengangguran dapat menghilangkan mata pencaharian

§ Pengangguran dapat menghilangkan ketrampilan

§ Pengangguran akan menimbulkan ketidakstabilan social politik.

IV. KEBIJAKAN – KEBIJAKAN PENGANGGURAN

Adanya bermacam-macam pengangguran membutuh-kan cara-cara mengatasinya yang disesuaikan dengan jenis pengangguran yang terjadi, yaitu sbb :

v Cara Mengatasi Pengangguran Struktural

Untuk mengatasi pengangguran jenis ini, cara yang digunakan adalah :

1. Peningkatan mobilitas modal dan tenaga kerja

2. Segera memindahkan kelebihan tenaga kerja dari tempat dan sector yang kelebihan ke tempat dan sector ekonomi yang kekurangan

3. Mengadakan pelatihan tenaga kerja untuk mengisi formasi kesempatan (lowongan) kerja yang kosong, dan

4. Segera mendirikan industri padat karya di wilayah yang mengalami pengangguran.

v Cara Mengatasi Pengangguran Friksional

Untuk mengatasi pengangguran secara umum antara lain dapat digunakan cara-cara sbb:

1. Perluasan kesempatan kerja dengan cara mendirikan industri-industri baru, terutama yang bersifat padat karya

2. Deregulasi dan Debirokratisasi di berbagai bidang industri untuk merangsang timbulnya investasi baru

3. Menggalakkan pengembangan sector Informal, seperti home indiustri

4. Menggalakkan program transmigrasi untuk me-nyerap tenaga kerja di sector agraris dan sector formal lainnya

5. Pembukaan proyek-proyek umum oleh peme-rintah, seperti pembangunan jembatan, jalan raya, PLTU, PLTA, dan lain-lain sehingga bisa menyerap tenaga kerja secara langsung maupun untuk merangsang investasi baru dari kalangan swasta.

v Cara Mengatasi Pengangguran Musiman.

Jenis pengangguran ini bisa diatasi dengan cara :

1. Pemberian informasi yang cepat jika ada lowongan kerja di sector lain, dan

2. Melakukan pelatihan di bidang keterampilan lain untuk memanfaatkan waktu ketika menunggu musim tertentu.

v Cara mengatasi Pengangguran Siklus

Untuk mengatasi pengangguran jenis ini adalah :

1. Mengarahkan permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa, dan

2. Meningkatkan daya beli Masyarakat.

B. KEMISKINAN

Kesenjangan ekonomi atau ketimpangan dalam distribusi pendapatan antara kelompok masyarakat berpendapatan tinggi dan kelompok masyarakat berpendapatan rendah serta tingkat kemiskinan atau jumlah orang yang berada di bawah garis kemiskinan (poverty line) merupakan dua masalah besar di banyak negara-negara berkembang (LDCs), tidak terkecuali di Indonesia.

I. JENIS-JENIS KEMISKINAN DAN DEFINISINYA

Besarnya kemiskinan dapat diukur dengan atau tanpa mengacu kepada garis kemiskinan. Konsep yang mengacu kepada garis kemiskinan disebut kemiskinan relatif, sedangkan konsep yang pengukurannya tidak didasarkan pada garis kemiskinan disebut kemiskinan absolut

v Kemiskinan relatif adalah suatu ukuran mengenai kesenjangan di dalam distribusi pendapatan, biasanya dapat didefinisikan didalam kaitannya dengan tingkat rata-rata dari distribusi yang dimaksud.

v Kemiskinan absolut adalah derajat kemiskinan dibawah, dimana kebutuhan-kebutuhan minimum untuk bertahan hidup tidak dapat terpenuhi.

II. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEMISKINAN

Tidak sulit mencari faktor-faktor penyebab kemiskinan, tetapi dari faktor-faktor tersebut sangat sulit memastikan mana yang merupakan penyebab sebenarnya serta mana yang berpengaruh langsung dan tidak langsung terhadap perubahan kemiskinan

§ Tingkat dan laju pertumbuhan output

§ Tingkat upah neto

§ Distribusi pendapatan

§ Kesempatan kerja

§ Tingkat inflasi

§ Pajak dan subsidi

§ Investasi

§ Alokasi serta kualitas SDA

§ Ketersediaan fasilitas umum

§ Penggunaan teknologi

§ Tingkat dan jenis pendidikan

§ Kondisi fisik dan alam

§ Politik

§ Bencana alam

§ Peperangan

III. KEBIJAKAN ANTIKEMISKINAN

Untuk menghilangkan atau mengurangi kemiskinan di tanah air diperlukan suatu strategi dan bentuk intervensi yang tepat, dalam arti cost effectiveness-nya tinggi.

Ada tiga pilar utama strategi pengurangan kemiskinan, yakni :

1. pertumuhan ekonomi yang berkelanjutan dan yang prokemiskinan

2. Pemerintahan yang baik (good governance)

3. Pembangunan sosial

Untuk mendukung strategi tersebut diperlukan intervensi-intervensi pemerintah yang sesuai dengan sasaran atau tujuan yang bila di bagi menurut waktu yaitu :

a. Intervensi jangka pendek, terutama pembangunan sektor pertanian dan ekonomi pedesaan

b. Intervensi jangka menengah dan panjang

o Pembangunan sektor swasta

o Kerjasama regional

o APBN dan administrasi

o Desentralisasi

o Pendidikan dan Kesehatan

o Penyediaan air bersih dan Pembangunan perkotaan

CTI Investasi di Bosowa

CTI Investasi di Bosowa

JAKARTA, KOMPAS.com- Perusahaan perdagangan semen dan klinker ternama di Timur Tengah yang berbasis di Yordania, CTI Group Inc, menandatangani naskah kerja sama bisnis dengan Bosowa Corporation untuk mengembangkan bisnis semen Bosowa, Kamis (11/3/2010) kemarin di Jakarta.

Naskah kerja sama kedua kelompok usaha tersebut dilakukan oleh Sadikin Aksa selaku Managing Director Bosowa Corporation dan Mazen M Djajani, Chief Executive Officer Cement Trader Incorporated (CTI).

Dengan kerja sama ini, CTI menjadi investor Timur Tengah pertama di industri semen Indonesia. Kerja sama diawali dengan penempatan investasi CTI secara bertahap pada PT Semen Batam, pabrik penggilingan semen yang dimiliki Bosowa Corporation.

Perjanjian itu difasilitasi Arqaam Capital, sebuah lembaga yang bertindak sebagai penasihat investasi CTI. "Kerjasama ini akan menjadi tonggak perjalanan bisnis Semen Batam dan bisnis semen Bosowa pada umumnya. Keunggulan CTI yang merupakan perusahaan dagang (trader) semen dan klinker terbesar di kawasan teluk dan berbasis di Yordania, diyakini akan meningkatkan daya saing Semen Batam, yang saat ini memiliki kapasitas produksi hingga 1,2 juta ton per tahun, baik di dalam negeri maupun internasional," ujar Sadikin Aksa.

Sadikin menambahkan, Bosowa melihat transaksi kerja sama ini dapat menyinergikan utilisasi perusahaan, sehingga mempunyai daya saing yang kuat, khususnya untuk Batam dan di tingkat regional.

"Dengan demikian ke depan Bosowa Corp diharapkan dapat memiliki keunggulan untuk menjadi pemain semen global seiring dengan tren peningkatan konsumsi semen dunia yang rata-rata mencapai lima persen," katanya.

Langkah awal

Kerja sama ini juga merupakan langkah awal atas rencana korporasi Bosowa yang akan melepas 20 persen sahamnya di PT Semen Batam melalui pasar modal. Nilai perusahaan Semen Batam diperkirakan mencapai Rp 600 miliar.

Mazen M Djajani, mengatakan, Semen Batam termasuk salah satu pemain yang memimpin pasar di Sumatera. "Investasi ini merupakan rencana strategis kami untuk mengembangkan diversifikasi di industri semen yang akan memperkuat bisnis inti di perdagangan semen, klinker serta transportasi," tambah Mazen.

Nilai tambah CTI di kawasan regional juga akan meningkat dan CTI akan memanfaatkan kekuatan sinergi ini untuk lebih meningkatkan daya saing Semen Batam baik di Indonesia maupun regional. Semen Batam mulai berproduksi semen pada Juni 2008.

Probo: Pikirkan Ekonomi, Jangan Hanya Korupsi!

Probo: Pikirkan Ekonomi, Jangan Hanya Korupsi!

Probo: Pikirkan Ekonomi, Jangan Hanya Korupsi!

JAKARTA, KOMPAS.com- Pengusaha ternama di zaman Orde Baru, H Probosoetedjo mengingatkan pemerintah untuk tidak hanya mengurusi soal korupsi. Masalah ekonomi, katanya, juga harus diperhatikan, khususnya ekonomi pertanian.

"Pemerintah yang sekarang malah lebih menitikberatkan pemberantasan korupsi daripada masalah perekonomian. Tapi Indonesia sekarang justru menjadi peringkat pertama negara terkorup." kata penggagas berdirinya Universitas Mercu Buana ini pada acara peringatan 44 Tahun Supersemar dengan tema "Refleksi Supersemar Untuk Menyelamatkan Pancasila dan UUD 1945" di Jakarta, Kamis (11/3/2010) malam.

Ditambahkan Probo, saat ini kesenjangan perekonomian masyarakat sangat mencolok. Sandang, pangan, dan papan belum memadai dan merata. Banyak masyarakat Indonesia kurang gizi karena pangan yang tersedia bagi mereka terkadang makanan yang tidak layak dikonsumsi.

Karena itu, Probo menyarankan agar pemerintah mulai meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat dengan membangun bidang pertanian yang sebenarnya cukup bagus untuk dikembangkan.

Indonesia Ingin Bangun Menara BUMN

Indonesia Ingin Bangun Menara BUMN

JAKARTA, KOMPAS.com - Menneg BUMN Mustafa Abubakar secara tersirat menginginkan, Indonesia pada suatu saat nanti mampu membangun dan memiliki bangunan prestisius (bergengsi) bernama Menara BUMN.

"Melihat prestasi Wika dalam 50 tahun terakhir, saya berseloroh, Indonesia melalui sinergi BUMN nantinya mampu membangun gedung prestisius seperti Menara Petronas Malaysia," katanya dalam Golden Anniversary WIKA ke-50 di Jakarta, Kamis (11/2010) malam.

Hadir dalam kesempatan itu sejumlah duta besar negara sahabat, Menteri Perindustrian M.S.Hidayat dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak.

Mustafa melanjutkan, mimpi untuk memiliki sebuah Menara BUMN yang prestisius semacam itu, bukan sesuatu yang sulit diwujudkan dan dimotori oleh PT Wijaya Karya Tbk (Wika) selaku BUMN Konstruksi. "Peran dan kontribusi Wika selama ini telah menunjukkan tanda-tanda bahwa ia mampu berpartisipasi membangun gedung atau bangunan prestisius seperti Banjir Kanal Timur dan Jembatan Suramadu," sebutnya.

Selain itu, tegasnya, Mustafa Wika juga sudah mampu menggarap pasar konstruksi global antara lain di sejumlah negara di Timur Tengah. "Prestasi dan kinerjanya pun terus membaik, terbukti laba bersih 2009 mencapai Rp 159 miliar atau lebih besar Rp 29 miliar dari tahun sebelumnya atau 100 persen lebih dari target," katanya.

Sementara itu, Menteri Perindustrian M.S. Hidayat secara terbuka juga menyampaikan apresiasi atas capaian Wika selama ini. Menurut Hidayat, dalam beberapa tahun ke depan, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh hingga 10 persen.

"Dari beberapa sektor yang akan tumbuh dengan baik, sedikitnya ada enam sektor, salah satunya adalah jasa konstruksi dan di sektor ini, Wika menempati rangking pertama," kata Hidayat.

Sitorus yang Semakin Kaya

Sitorus yang Semakin Kaya

Martua Sitorus

VIVAnews - Di dunia bisnis nasional Martua Sitorus tak banyak dikenal. Namun, nama ini masuk dalam daftar 1.000 orang terkaya dunia versi majalah Forbes.

Bila tahun lalu dia menempati peringkat 522 terkaya di dunia dengan jumlah kekayaan US$ 1,4 miliar, kini kekayaan Martua meningkat menjadi US$ 3,0 miliar. Peringkat pun terdongkrak menjadi 316.

Martua sempat menyandang orang terkaya di Indonesia ke 7 pada 2007 dan ke 14 pada 2006 versi majalah yang sama. Meski berkebangsaan Indonesia, dia saat ini tinggal di Singapura sambil menyetir semua bisnis-bisnisnya.

Martua lahir 49 tahun lalu di Pematang Siantar, Sumatera Utara. Ia sarjana ekonomi dari Universitas HKBP Nommensen, Medan, yang kecilnya dikenal dengan nama Thio Seng Hap dan dikenal juga dengan panggilan A Hok.

Martua memulai karir bisnisnya sebagai pedagang minyak sawit dan kelapa sawit di Indonesia dan Singapura. Bisnisnya berkembang pesat. Pada 1991 Martua mampu memiliki kebun kelapa sawit sendiri seluas 7.100 hektar di Sumatera Utara. Pada tahun yang sama pula Martua bisa membangun pabrik pengolahan minyak kelapa sawit pertamanya.

Warga Batak keturunan Tionghoa kemudian melebarkan sayapnya dengan bendera Wilmar International Limited. Perusahaan agrobisnis terbesar di Asia ini merupakan perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Singapura. Bahkan, untuk pabrik biodiesel, dia memiliki produksi terbesar di dunia. Meski sebagai pemilik, Martua masih menduduki jabatan direktur eksekutif di Wilmar.

Pembangunan biodiesel dilakukan di Riau pada 2007 dengan membangun tiga pabrik biodiesel, masing-masing memiliki kapasitas produksi 350.000 ton per tahun, sehingga total kapasitasnya 1,050 juta ton per tahun.

Di negeri ini, Wilmar memiliki sekitar 48 perusahaan. Salah satunya adalah PT Multimas Nabati Asahan, yang memproduksi minyak goreng bermerek Sania. Dalam laporan keuangan Wilmar, total aset Wilmar pada 2007 mencapai US$ 15,5 miliar, dengan pendapatan US$ 16,46 miliar. Pada tahun itu Wilmar juga bisa membukukan laba bersih US$ 675 juta.

hadi.suprapto@vivanews.com

Jumat, 05 Maret 2010

Pengembangan Diri, Dimulai Dari Mana?

Pengembangan Diri, Dimulai Dari Mana?

Sahabat blog motivasi sukses, pengembangan diri adalah kata yang sering kita dengar sehari - hari. Dan kerap sangat mudah untuk diucapkan namun kenyataannya tidaklah semudah yang diperkirakan. Jika ditanya pengembangan diri dimulai dari mana? Apakah anda tahu jawabannya? Penasaran dan ingin tahu, mari kita simak bersama...

Pada dasarnya segala sesuatu itu mesti tumbuh dan berkembang. Jika tidak maka ia akan layu dan mati. Demikian juga dengan manusia. Kita perlu dan harus terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas diri agar bisa tetap survive, tumbuh dan berkembang di tengah dunia yang makin hari makin cepat perubahan dan perkembangannya ini.

Karena itu pengembangan diri itu wajib hukumnya kalau anda tidak ingin tergilas oleh laju roda perubahan yang makin hari makin cepat. Persis seperti bunyi hukum alam yang terkenal itu. "siapa yang paling kuat, dialah yang akan bisa bertahan dan tetap hidup" Proses seleksi alam seperti teori Darwin tampaknya berlaku juga dalam proses pengembangan diri.
Ingat, jika anda tidak berubah di tengah dunia yang senantiasa berubah maka bersiap - siaplah untuk punah.

Lantas pertanyaannya, sebenarnya pengembangan diri itu dimulai dari mana sih? Jawabannya sangat sederhana. Pengembangan diri itu dimulai dari diri sendiri yang sadar akan pentingnya pengembangan diri agar bisa sukses dalam hidup.

Intinya, harus ada kesadaran bahwa pengembangan diri itu tidak instant. Tidak sekali jadi (one - off action) atau terjadi dalam waktu yang singkat. Tidak ada "sim salabim" dan "ada kadabra." Tidak ada keajaiban. Semuanya butuh proses yang tidak sebentar. Karena pengembangan diri itu tidak mudah.

Setelah itu? Apakah cukup dengan sekedar sadar saja? Jawabannya sudah pasti tidak. Kesadaran hanyalah awal. Selanjutnya anda harus tetap belajar dan terus bertindak. Karena jika tidak, kesadaran tidak akan menjadikan anda sukses. Hanya dengan terus belajar dan bertindaklah yang akan menjadikan anda sukses. Karena itu, anda harus terus bergerak, bertindak dan berbuat sesuatu agar impian dan mimpi - mimpi indah anda tidak hanya berakhir sebagai bunga tidur semata. Tetapi menjadi kenyataan yang begitu indah. Therefore, you have to keep moving to survive and keep ACTION to success.

Jadi, rumus sederhananya adalah:

Sadar + Belajar + Keep ACTION + Terus Mengembangkan Diri = Sukses

Kisah inspiratif tentang belalang

Kisah inspiratif tentang belalang yang patut kita simak. Seekor belalang telah lama terkurung di dalam sebuah kotak. Suatu hati ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya, dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya.

Di perjalanan dia bertemu dengan seekor belalang lain, namun dia keheranan mengapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.

Dengan penasaran dia menghampiri belalang lain itu dan bertanya, “Mengapa Kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh dariku, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia maupun ukuran tubuh?” Belalang itu menjawabnya dengan pertanyaan, “Dimanakah kau tinggal selama ini? Semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan .”

Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang telah membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.

Kadang-kadang kita manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang tersebut. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu, kegagalan beruntun, perkataan teman, tradisi, dan kebiasaan bisa membuat kita terpenjara dalam kotak semu yang mementahkan potensi kita. Lebih sering kita mempercayai mentah-mentah apa yang mereka voniskan kepada kita tanpa berpikir dalam-dalam bahwa apakah hal itu benar adanya atau benarkah kita selemah itu? Lebih parah lagi, kita acap kali lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.

Tahukan Anda bahwa gajah yang sangat kuat bisa di ikat hanya dengan seutas tali yang terikat pada sebilah pancang kecil? Gajah sudah akan merasa dirinya tidak bisa bebas jika ada “sesuatu” yang mengikat kakinya, padahal “sesuatu” itu bisa jadi hanya seutas tali kecil… Pernahkah Anda bertanya kepada diri Anda sendiri bahwa Anda bisa “melompat lebih tinggi dan lebih jauh” kalau Anda mau menyingkirkan “penjara” itu?

Tidakkah Anda ingin membebaskan diri agar Anda bisa mencapai sesuatu yang selama ini Anda anggap di luar batas kemampuan dan pemikiran Anda? Sebagai manusia kita berkemampuan untuk berjuang, tidak menyerah begitu saja kepada apa yang kita alami.

Karena itu, teruslah berusaha mencapai segala aspirasi positif yang ingin Anda capai. Sakit memang, lelah memang, tapi jika Anda sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar. Pada dasarnya, kehidupan Anda akan lebih baik kalau Anda hidup dengan cara hidup pilihan Anda sendiri, bukan dengan cara yang dipilihkan orang lain untuk Anda.