Jumat, 05 Maret 2010
Belajar Dari Walt Disney
Apa kabar sahabat blog motivasi sukses hari ini?
Semoga hari-hari yang kita lalui menjadi anchor semangat kita menjadi lebih baik lagi dihari ini.
Mungkin diantara sahabat ada yang pernah jalan-jalan ke Disneyland, atau mungkin juga di antara sahabat telah melihat atau mendengar sebuah taman wisata termegah di dunia yang bernama Disneyland itu. Mungkin dari Koran, dari Televisi maupun juga dari Internet.
Dalam kesempatan kali ini, saya ingin mengajak anda bukan untuk bercerita tentang Megahnya Disneyland akan tetapi untuk mengenal dengan Pak Disney sang Disneyland Creator tersebut,terutama tentang pemikirannya yang luar biasa.
Pak Disney ini memiliki nama lengkap Walter Elias Disney, lahir pada tanggal 5 Desember 1901. Berasal dari keluarga biasa saja bahkan beliau pernah pula bekerja di perusahaan Koran dalam perjalanan hidupnya hingga kemudian dipecat dengan alasan tidak mampu berkreatif dalam perusahaan Koran tersebut.Bersama saudara kandungnya, Roy Oliver Disney, Walt mendirikan The Walt Disney Company dan sekarang terkenal dengan berbagai film dan taman bermainnya, seperti Disneyland dan Disney Resort Paris.
Yang membuat saya tertarik dengan sosok Disney adalah ketika Peresmian Disney land Paris di tahun 1992, ada seorang wartawan yang menyayangkan akan ketidakberadaan Walt Disney kepada kerabat Pak Disney karena pada saat itu Pak Disney sudah meninggal. Dengan sederhananya istri mendiang pak Disney berkata, “Sesungguhnya Pak Disney telah melihat ini semua di dalam alam imajinasinya.” Ya, ternyata Pak Disney melakukan seperti kata pepatah, bahwa segala sesuatu yang diciptakan berada dalam dua tahap, pertama di dalam alam fikirannya dan yang kedua ketika menjadi realita.
Demikian cerdas pak Disney dalam merancang dan membayangkan apa yang ingin diimpikannya dan akhirnya impiannya tersebut menjadi kenyataan. Kecerdasan beliau dalam pemikiran dan imajinasinya yang luar biasa ini pun akhirnya dikembangkan sebagai salah satu teknik dalam NLP untuk menggapai kesuksesan oleh Robbert Dilts yang dikenal dengan Walt Disney Planning Strategy
Anything is Possible Semuanya itu mungkin, kalau MAU …
Demikian guru saya, Kang Krishnamurti senantiasa mengedepankan dalam Training Motivasinya
Kembali ke Pak Disney, Apa yang diimpikan oleh pak Disney tentang sebuah taman hiburan dimana orang-orang merasakan kebahagiaan akhirnya terwujud dan menjadi kenyataan. Karena Pak Disney tidak sekedar bermimpi (Dreamer) sederhana saja namun juga membuat tahapan - tahapan lainnya di dalam impiannya sehingga menjadikan impian membuat Disneyland seolah sudah menjadi realita di dalam impiannya.
Setelah ditelusuri lebih lanjut ternyata ada Pattern / Pola dalam tahapan yang dilakukan oleh Pak Disney ketika mengcreate impiannya tersebut sehingga menjadi kenyataan. Mudahnya pola tersebut adalah sebagai berikut
1. Be A Dreamer
Pertama –tama mulailah dengan membuat impian yang kita inginkan/bayangkan. Jadilah seorang Dreamer. Catatlah apa yang kita impikan. Perbesar impian tersebut. Lihatlah apa yang ada dalam impian. Gunakan dan manfaatkan Panca Indra untuk memperjelas dalam pembuatan impian tersebut. Perjelas bayangan dari impian tersebut. Dengarlah apa saja suara yang diinginkan didalam impian. Serta rasakan betapa impian itu seolah (as if) menjadi kenyataan. Sehingga anda seolah benar-benar berada di dalam impian tersebut
2. Be A Realist
Setelah mendapatkan impian tersebut telah dibuat dan didapatkan, tahap selanjutnya adalah menjadi diri sebagai orang yang realistis terhadap apa yang kita impikan tersebut. Be A Realist, keluarkan sisi netral dari dalam diri untuk menilai impian tersebut. Pandanglah impian tersebut dengan kondisi netral, tidak begitu memuja maupun mencerca. Catatlah apa yang ada didalam fikiran ketika berada di dalam posisi sebagai orang yang netral dan realistis
3. Be A Critic
Tahap Ketiga setelah menjadi orang yang netral adalam jadikan diri sebagai Pengkritik (A Critic). Kritiklah impian tersebut seolah-olah kita menjadi kritikus yang sedang mencari kelemahan dari impian. Dan ingatlah untuk mencatat apa yang ada didalam fikiran ketika berada di dalam posisi pengkritik
Setelah melalui tiga fase strategi tersebut , barulah kita seolah-olah menjadi orang netral diatara ketiga posisi tersebut. Hal ini supaya kita jauh lebih netral dalam memandang dan merasakan ketiga pemikiran kita sendiri yang telah ditulis tersebut. Posisi ini biasa disebut dengan Meta Position.
Setelah menimbang dalam Meta Position, bisa saja kita kembali berfikir sebagai Dreamer untuk memperkaya impian kita menjadi lebih realistis dan lebih dinamis.
Cara ini lah yang ternyata membuat Pak Disney berhasil membangun impiannya menjadi kenyataan. Beliau dengan pandainya memainkan sisi Dreamer, Realist dan Critic yang dimilikinya sehingga mendapatkan impian yang kreatif dan realistis untuk dijadikan kenyataan.
Mau Mencoba?
Justru saya menuliskan artikel ini dengan harapan Anda dan Saya pun bisa menggunakan tips sederhana ini untuk mewujudkan impian kita yang luar biasa menjadi kenyataan seperti Pak Disney misalnya.
Semoga Bermanfaat untuk kita semua
Salam Berbagi Senantiasa
10 Pelajaran Hidup Dari Michael Jackson
10 Pelajaran Hidup Dari Michael Jackson
Masih segar di ingatan kita, kira-kira satu setengah bulan yang lalu, tepatnya tanggal 25 Juni 2009, Michael Jackson, raja musik pop dunia, meninggalkan kita semua. Lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia, menyaksikan prosesi pemakaman sang penghibur terbesar sepanjang masa. Saya pun sampai menitikkan air mata menyaksikan Michael meninggalkan kita dengan begitu cepatnya. Kita bersedih sekaligus terharu, mengingat apa yang telah diberikan oleh Michael pada kita, pada dunia ini.
Apapun yang orang pikirkan tentang Michael, semuanya sepakat untuk satu hal : Michael menginginkan dunia ini menjadi tempat yang lebih baik. Lewat musik, hidup dan seluruh hasil karyanya, inilah 10 hal yang ia ajarkan pada kita :
Apa yang dapat kita petik dari lagu-lagunya?
1. Tidak masalah apakah anda berkulit hitam atau putih (Black or White)
Setiap hari di dunia, orang-orang berperang memperebutkan sesuatu. Permasalahan ras, suku, agama ataupun budaya, membuat kita terpecah. Sudah tidak terhitung berapa korban manusia akibat peperangan baik langsung maupun tidak langsung. Seharusnya, tidak peduli apakah kita hitam atau putih, kita bersatu dan mencintai satu sama lain sebagai manusia. Manusia dilahirkan berbeda satu sama lain bukan untuk terkotak-kotak, namun untuk saling menghargai.
2. Mulailah dengan orang di depan kaca (The Man in The Mirror)
Pernahkan anda berpikiran untuk merubah orang lain? Atau malah berpikiran hidup anda akan jauh lebih baik jika lingkungan sekitar anda berubah sesuai dengan yang anda bayangkan.
Dunia kita tidaklah sempurna, namun jika anda ingin merubahnya, anda harus memulainya dengan diri anda sendiri. Lihatlah di depan kaca dan mintalah pada orang yang ada di depan kaca tersebut untuk berubah. Hanya itulah satu-satunya jalan. Jika kita ingin membuat dunia ini menjadi lebih baik, lihatlah pada diri kita sendiri dan buatlah suatu perubahan.
3. Sembuhkanlah dunia (Heal The World)
Seperti dikutip dalam lagunya : “There are children crying and people dying and our world is suffering.” Ketika saat itu orang-orang belum waspada terhadap issue pemanasan global, Michael lah yang pertama kali menyerukan issue pemanasan global ini. Sekarang tergantung kita semua untuk memperbaiki dunia ini dari pemanasan global, kemiskinan, wabah penyakit, pendidikan dan masalah-masalah lain yang mengganggu kita. Hanya kepedulian kita lah yang akan membuat dunia ini menjadi lebih baik untuk anak cucu kita kelak dan umat manusia secara keseluruhan.
4. Anda tidak sendiri (You Are Not Alone)
Pengalaman-pengalaman dan penderitaan-penderitaan yang anda alami tidak jauh berbeda dengan orang-orang lainnya. Akan selalu ada pertolongan, dukungan dan cinta pada anda, meskipun anda saat ini tidak memiliki siapa-siapa.
Jika anda membaca artikel ini sekarang, berarti anda sedang mendapatkan dukungan dan dorongan.
5. Jangan berhenti sampai anda merasa cukup (Don’t Stop Til You Get Enough)
Michael meraih suatu pencapaian yang luar biasa dalam hidupnya. Prestasi-prestasinya seperti perjalanan yang tiada akhir. Namun kunci kesuksesannya adalah ia tidak berhenti. Dia bekerja sangat keras. Satu hal yang kita pelajari dari Michael : jika anda menginginkan sesuatu – anda dapat memilikinya selama anda berkeinginan kuat dan bekerja keras untuk mencapainya. Jadi teruskan usaha anda dan jangan pernah berhenti.
6. Kita adalah dunia (We Are The World)
Sesering mungkin kita berpikir bahwa kita adalah dunia, maka kita tidak akan merasa kesepian. Satu-satunya cara kita mencapai kesejahteraan adalah jika kita bekerja bersama-sama. Satu orang menderita maka kita semua menderita, satu orang berduka maka kita semua berduka. Kita semua terhubung satu sama lain sebagai umat manusia, sehingga jika ada satu orang terluka, sudah menjadi tanggung jawab kita untuk menolongnya. Seperti dikutip dalam lagunya : ”We are the world, we are the children and we are the ones who make a brighter day, so let’s start giving.”
Apa yang dapat kita petik lewat hidupnya?
7. Jangan biarkan apapun menghentikan anda dari usaha memberikan terang pada dunia
Ketika anda menjadi orang hebat dan sinar anda bersinar begitu terangnya, banyak orang berusaha menjatuhkan anda. Jangan biarkan orang-orang tersebut atau apapun memadamkan cahaya anda; dan janganlah pula kita takut tidak memiliki kesempatan untuk memberikan sesuatu pada dunia ini. Masih banyak tempat di dunia ini dimana anda dapat memberikan terang bersama-sama.
8. Tidak apa-apa untuk membuka topeng anda
Jangan menutupi diri anda sebenarnya. Biarkan orang-orang melihat siapa anda sebenarnya dan biarkan orang-orang melihat keindahan alami dari pribadi anda. Jadilah diri anda sendiri. Seperti juga disampaikan oleh grup musik PeterPan dalam lirik lagunya : “buka dulu topengmu, buka dulu topengmu ….” :)
9. Belajarlah untuk hidup dengan keadaan anda sebenarnya
Mungkin anda membenci bentuk tubuh anda, wajah anda, warna kulit anda atau rambut anda. Mulai saat ini BERHENTILAH membenci fisik anda sendiri. Itu adalah anda! Jadi bagaimana anda bisa tidak mencintai diri anda sendiri? Tubuh anda adalah anugrah dari Sang Pencipta. Apakah anda menolak dan membenci ciptaanNya?
10. Bangkitkanlah selalu sifat kekanak-kanakkan anda
Anda tidak harus berkunjung ke Dunia Fantasi untuk bermain dan tertawa layaknya anak kecil. Lepaskanlah sifat kekanak-kanakan anda. Meloncatlah dengan tangan diatas dan hiduplah dengan keceriaan anak-anak. Lihatlah dunia dengan penuh keajaiban. Nikmati setiap hari dengan rasa syukur.
Michael, terima kasih atas apa yang telah kau berikan pada kami. Beristirahatlah dalam damai. Kami akan selalu mengenangmu.
Rahasia Menggapai Ketenangan Hidup
Apasih arti ketenangan hidup ?
Apakah berhubungan erat dengan kekayaan ?
Apakah uang segala-galanya ?
Apakah kita perlu mencari uang sebanyak-banyaknya untuk mencukupi kehidupan sampai-sampai kita baru pulang sampai ke rumah jam 9 atau 10 malam setiap harinya ? Hingga kita mengorbankan waktu untuk keluarga, orang tua, istri ataupun anak…
Saya rasa semua orang akan melakukan hal itu semua, demi kesejahteraan keluarga, termasuk saya…
Tapi bagaimana caranya supaya kita bisa kaya raya, tapi hidup tenang, sehat wal afiat dan bahagia…
Mungkin saya punya sedikit pengalaman yang bisa dibagi :
Sabar…
ini sangat penting. Jangan kesusu atau ngoyo untuk menduduki posisi puncak karir. Karna efeknya akan banyak rekan kerja yang tidak suka dengan sikap agresif tadi. Pelan-pelan berikan sumbangsih, kritik atau saran ke hal yang berhubungan dengan kerja kita dengan santai, rilex tapi berbobot. Jangan mengebu-gebu… it’s not good you know…
Jika kita berwirausaha,
tanamkan kebaikan, jaga hubungan baik dengan semua partner bisnis, meskipun partner bisnis kita tersebut cuma tukang ojek yang nganter kita ke pasar…
Selalu berdoa.
Ya, setiap usaha kita harus selalu diiringi dengan doa. Kadang kala kita sudah maksimal, kita merasa planning kita sudah perfekto… yakin 110% berhasil, tapi… ngak tahu kenapa… kita gagal.. Kita tidak sempurna, man… Jadi kita butuh sekali bantuan yang namanya “Kuasa Illahi”…
Ikhlas…
Ya, harus ikhlas dulu sebelum melakukan sesuatu. Karna dengan ini kita bisa menerima apapun hasil kerja kita, baik hasilnya baik ataupun buruk. Baik nanti ada yang suka ataupun tidak suka. So… mental kita sudah siap… siap sukses dan siap gagal!
Ikhtiar/Never Give Up! Atau jangan pernah menyerah…
Yup!, terus berusaha sampai kita benar-benar ngak mampu. Apa sih yang dimaksud dengan tidak pernah menyerah ?!. Hal ini pernah ditanyakan oleh murid-muridnya Imam siapa gitu (sorry lupa!)…
Beliau ditanya ” Apa yang dimaksud dengan jangan pernah menyerah ? “, sang Imam tidak menjawab, tapi malah mengajak murid-muridnya itu berlari keliling lapangan. Setelah 5, 10 putaran murid-murid sang imam masih ikut menemani lari. Tapi satu per satu para murid kelelahan, dan berhenti… sedangkan sang imam terus berlari meskipun sudah tidak bisa berdiri lagi… sampai akhirnya pingsan! Lalu, setelah sadar para muridnya bertanya lagi ” kenapa imam tidak berhenti berlari, padahal sudah kelelahan ?”, Sang Imam menjawab ” itu yang namanya ikthiar, terus berusaha sampai kita benar-benar tidak punya daya lagi”
Menabung.
Banyak yang mengangap remeh hal ini. Anda bisa menabung dalam bentuk uang, perhiasan, emas atau asuransi. Ini sangat berguna untuk proteksi kehidupan kita atas intervensi diluar kekuatan kita. Misalnya gangguan politik yang menyebabkan inflasi atau krisis, proteksi dikala kita atau sanak saudara sakit, proteksi jika kita ingin resign dari perusahaan kita dikala kita sudah jenuh menjadi karyawan dan mulai ingin menjadi seorang enterpreneur.
Berolahraga.
Jangan pernah meningkalkan ini… Usahakan 30 menit setiap harinya berolahraga. Kalau masih ngak bisa, usahakan seminggu 1 kali. Kalau ini juga nggak bisa, gaswat bos!, siap-siap penyakit datang 1 persatu, dari masuk angin awalnya, kemudian kelelahan, kemudian flu, badan pegal-pegal, tipes, asam urat, stres lalu gila. Ya, jika kita ngak olahraga kita bisa gila! Kenapa ? Dengan berolahraga, kita melepaskan ketegangan hidup, kita berbincang, tertawa dengan rekan tim, aliran darah kita lancar, keluar keringat penyakit dsb… Pasti kelelahan sepulang olahraga, tapi pas bangun tidur, dijamin badan kita seger…
Menikah.
Yup, selain mendapatkan sahabat sejati tempat kita berbagi, kita juga bisa menjaga mata, hati, pikiran lalu bercinta dengan istri/ suami kita. Halal dan Wueeenak . Bercinta ada manfaat lainnya… yaitu obat stres paling mujarab didunia. karna setelah kita bercinta, tubuh kita mengeluarkan zat alami, zat endorfin. Yaitu, zat yang terdapat pada obat anti depresi. Zat ini bisa didapatkan juga didalam susu, setelah kita berolah raga dan bercinta. Yang paling mujarab, adalah bercinta. So… segerahlah menikah… jangan cuma pacaran dan kawin, menikahlah dengan pasangan anda… Pilihlah pasangan yang “baik” bukan yang sempurna…
Semoga kita bisa mendapatkan ketenangan hidup yang hakiki.
Salam sukses !
Sabtu, 12 Desember 2009
Masa Depan Itu Miliknya Sang Pemberani, Inovatif, dan Punya Jiwa Wirausaha
Masa Depan Itu
Miliknya Sang Pemberani, Inovatif, dan Punya Jiwa Wirausaha
Wah, dunia usaha berkembang pesat! Begitu mungkin, kata-kata yang Anda lontarkan, andai Anda “orang baru” dalam sebuah bidang usaha. Kian dalam, Anda masuki dan dalami sebuah bidang bisnis, kian banyaklah hal baru yang Anda lihat. Apa yang lima tahun lalu belum ada, saat ini sudah begitu massal dan eksis di tengah-tengah masyarakat. Bahkan, kejayaan yang diraih pengusaha semasa orangtua kita, dalam perjalanan waktu, mejadi “bisnis kuno” yang tersisa kejayaannya dalam kisah-kisah belaka, karena the real bussiness mereka sudah tumbang atau sedang diambang kehancuran. Sudah muncul wirausahawan baru, dengan jurus-jurus barunya yang mulai merajai bidang usaha yang ditanganinya. Usahawan seperti apa, yang berkesanggupan membangun dan mengelola kebaruan demi kebaruan seperti itu? Pasti, ia termasuk pribadi yang gigih, wawasannya luas, kemauannya besar.
Kita juga belum melihat di Indonesia sendiri ada organisasi bisnis yang cukup tangguh merespon kebaruan. Bahkan, peluang-peluang baru, sering lewat begitu saja karena kita belum mampu meresponnya secara baik. Tidak dipungkiri, tantangan pasar lokal maupun global dengan permintaan, selalu meningkat. Pada sisi lain - selain kebaruan-kebaruan dalam bisnis - semangat memberi layanan terbaik berikut inovasi dalam segi pelayanannya, juga berkembang pesat. Siapa bisa mewujudkan idealitas seperti itu, dan sanggup merespon kebaruan, sekaligus kreatif-inovatif di sisi pemberian pelayanan, akan sukses.
Masa depan menjadi milik mereka yang tidak kenal takut, inovatif, yang mengenali betapa pentingnya mengembangkan kepemimpinan wirausaha dalam organisasinya.Jangan lalai meluangkan waktu untuk belajar, menulis, meneliti, memberikan saran, konsultasi, dan terus belajar. Organisasi-organisasi terdepan dunia, tak henti melakukan itu. Kami percaya sepenuhnya pada prinsip bahwa cara terbaik untuk melayani diri Anda, untuk berjuang menjadi yang terbaik yang Anda bisa, adalah dengan cara melayani orang lain. Ada tiga hal yang ingin kami ungkap dalam konteks ini.
Pertama, meski dalam skala yang lebih sederhana, kami memiliki kesempatan untuk belajar melayani yang lain, bersikap kreatif, memimpin yang lain, dan menyelesaikan apa yang kami mulai. Dalam proses itu, yang berangsur luluh dalam pembelajaran, ”bagaimana untuk bertahan hidup” (to get by), daripada untuk membangun kebersamaan (to get on).
Mungkin saat paling kritis yang terpenting dari proses pertumbuhan kami sesungguhnya adalah bersikap kritis. Seringkali terlalu sering kita menjadi lebih ahli dalam menunjuk apa yang salah dari suatu pendapat, daripada yang benar. Karena kita terbiasa berusaha keras untuk bertingkah laku dengan cara yang konsisten dengan apa yang membuat kita merasa nyaman, kita menerapkan cara pandang kritis yang sama terhadap ide-ide baru, inovasi baru dan kreativitas. Segala bentuk dari ‘pemikiran kewirausahaan’ atau ‘kepemimpinan inovatif’ dalam pandangan kita yang terkondisi, justru kerap dianggap: ”sebaiknya dihindari”.
Kurangnya pemikiran kewirausahaan ini berakibat serius. Pertemuan demi pertemuan dalam organisasi bisnis, terlalu banyak berisi ”wacana”, tidak banyak menghasilkan sesuatu yang konkret. Kegagalan wirausahawan, kendati secara kumulatif “sukses” adalah, ketika ditelusuri bagian demi bagian, ditemukan bagian-bagian yang kurang bahkan tidak sukses! Ada sukses besar yang mensubsidi kegagalan bagian tertentu dalam organisasi bisnis yang bersangkutan. Yang parah, kegagalan bagian-bagian tertentu yang “tertutupi” sukses kumulatif organisasi, tak banyak dipersoalkan, atau lalai dipersoalkan. Padahal, ini tidak boleh dibiarkan, karena tidak selamanya sukses kumulatif itu bisa diraih. Sebaliknya, sebuah kegagalan di beberapa bagian, berakibat merusak strategi pencapaian totalitas sukses organisasi.
Kalau diungkapkan dalam momentum yang tepat, dengan cara yang juga tepat, biasanya sebagian besar dari mereka setuju. Dan tindakan kecil namun penting (tapi tidak ditindak lanjuti sehingga terlupakan selamanya) yang didiskusikan dalam pertemuan tim sampai dengan pesan-pesan strategis yang disampaikan melalui pertemuan pleno yang mahal (namun tidak diteruskan sehingga tetap tinggal sebagai pesan yang tidak terkomunikasikan), terlalu banyak penggerak bisnis yang sangat terlatih ternyata bertolak dari pengalaman berpikir dan bertindak sederhana sebagai orang upahan! Anda bisa bertanya, apa salahnya dengan ”orang upahan”.
Bersiaplah mendengar sesuatu yang pedas. Orang-orang semacam ini, hanya mengecewakan apa yang mereka percayai dari instruksi, peran atau tanggung jawab pekerjaan yang diharapkan dari mereka. Tentunya itu dengan persepsi mereka sendiri. Salah satu dari prinsip yang ada dalam buku ini, belajar berpikir kewirausahaan (sebagai wirausaha) daripada kekaryawanan (sebagai karyawan).
Hal yang ketiga, kami terheran-heran selama bertahun-tahun pada jawaban yang saya terima terhadap pertanyaan sederhana yang ditujukan pada lulusan yang cemerlang dan manajer yang sangat berpengalaman, seperti: ‘Mengapa suatu organisasi mempekerjakan Anda?’. Jawabannya bervariasi dari: ”Karena saya memiliki CV/ MBA/ gelar/pengalaman/ pendidikan/latarbelakang/dll. yang baik” sampai dengan: ”Saya dapat mengelola orang/administrasi/sistem kontrol, dll. dengan baik yang berkaitan dengan kebutuhan yang normal.” Padahal, perlu kami tegaskan, suatu organisasi tidak, sebaiknya tidak pada tingkat mana pun, mempekerjakan karyawan dengan kualifikasi tinggi atau berpengalaman baik karena kualifikasi atau pengalaman mereka.
Kalau bukan demikian, lalui apa? Suatu bisnis beroperasi secara sukses ketika dia memberikan hasil yang terukur dan meningkat melalui produk dan layanannya. Sukses suatu bisnis memerlukan tujuh ‘In’ dari eksekutif yang ada:
1. Insight (wawasan) tentang seperti apa masa depan nantinya
2. lntuisi untuk membuat keputusan yang benar
3. Inisiatif untuk bertindak efektif
4. Inovasi untuk mencipta secara berbeda
5. lntegritas untuk mengikuti dengan tekun dan dengan benar
6. lndividualitas untuk menerima kepemilikan
7. Interdependensi untuk menetapkan hal-hal di atas sebagai rekan dalam suatu tim
Organisasi bisnis (bahkan organisasi apapun) perlu serius mengembangkan sumber daya insaninya. Ini kunci mengoptimalkan potensi kreatif, daya inisiatif dan kepemimpinan. Sukses organisasi bisnis di masa depan, dimulai dari ikhtiar simultan pengembangan kepemimpinan kewirausahaan hari ini. Tak ada yang “terlalu dini” dalam urusan pengembangan kepemimpinan, karena dari kepemimpinan yang antisipatif, visoner, bisa dibangun sukses di masa depan.
Disraeli bilang, “Perubahan, adalah sesuatu yang konstan”. Namun hanya sedikit organisasi mapan yang sungguh-sungguh mengakui makna sesungguhnya pernyataan ini, walaupun perubahan bujet sering kali lebih besar daripada keuntungan dari beberapa organisasi, bahkan di sejumlah negara kecil. Rasa puas profesional, kurangnya inovasi dan penghindaran rasa memiliki tidak dapat lagi diperkenankan menyebar dalam bisnis seperti saat ini. Organisasi yang berupaya untuk menghasilkan pertumbuhan positif bagi semua stakeholder yang terlibat, harus mengembangkan keseimbangan nyata antara pemikiran kewirausahaan dan struktur mapan mereka.
Di dalam arena bisnis, hanya sedikit model bisnis yang relevan pada saat ini, baik di tingkat lokal maupun global. Mungkin model yang paling sesuai adalah sebuah gyroskop yang berputar karena kemampuannya untuk tetap seimbang tanpa memperhatikan sudut dan arah. Model semacam ini, sebagai contoh, memastikan bahwa planet yang kita diami menjaga keseimbangan sempurna dari jagad raya. Di lain pihak tanggapan negatif pada suatu gyroskop merupakan suatu proyektil peluru terhadap keseimbangan dan terarah pada sasaran. Model semacam ini yang konstan, namun tetap bergerak, adalah penggambaran yang sempuma untuk penciptaan budaya wirausaha dalam suatu organisasi yang mapan. Dengan setiap arah strategis, seluruh perusahaan bergerak sembari mempertahankan keseimbangan.
Suatu organisasi harus secara penuh memiliki tanggungjawab untuk mengembangkan sumber daya manusianya, dan pada gilirannya potensi kreativitas, inisiatif dan kepemimpinannya mencapai prestasi optimalnya. Organisasi yang ingin mencapai sukses besok akan mengembangkan kepemimpinan kewirausahaan pada hari ini.
Bab-bab selanjutnya secara berurutan menunjukan bagaimana menciptakan organisasi wirausaha karena masa depan menjadi milik mereka yang: Pemberani, Inovator, dan Punya Jiwa Wirausaha
Apa yang disebut resiko ?
Apa yang disebut resiko ?
Seorang mahasiswa menjawab :
Menjadi entrepreneur !
Teman-teman mahasiswanya setuju. Kemudian profesor tadi menjawab pertanyaannya sendiri dengan mengutip ucapan seorang entrepreneur :
"Apa yang disebut risiko " Mempunyai satu sumber penghasilan. Karyawan menghadapi risiko….Mereka mempunyai satu sumber penghasilan. Bagaimana kalau entrepreneur yang menjual jasa menjaga rumah kepada majikan Anda ? Dia mempuunyai ratusan pelanggan….ratusan sumber pengahasilan."
Untuk menjadi pemilik bisnis juga diperlukan agar Anda mempunyai kemauan yang kuat untuk bekerja sendiri. Bila Anda tida suka berada di luar lingkngan korporasi, entrepreneur mungkin bukan panggian Anda. Para pemilik bisnis paling sukses memiliki satu karakteristik yang sama : Mereka semua suka pada apa yang mereka lakukan. Mereka semua bangga dengan "bekerja sendiri".
Banyak diantara para entrepreneur sukses yang sebelumnya adalah karyawan diperusahaan tempatnya bekerja kemudian sukses membangun usahanya sendiri. Baru-baru ini saya menjumpai seorang kawan yang baru satu tahun memulai bisnis jasa pelatihan. Sebelumnya ia bekerja sebagai manajer SDM pada bank terkemuka di Jakarta dengan gaji mendekati Rp.10 juta perbulan. Dia mengetahui anggaran pelatihan untuk perusahaan tersebut besarnya 20 miliar setahun. Dengan semangat entrepreneur serta melihat peluang yang ada ia menggundurkan diri dan mempromosikan anak buah kepercayaannya sebagai penggantinya. Ia kemudian mendirikan perusahaan yang bergerak dibidang pelatihan. Dan dapat Anda tebak siapa pelanggan pertamanya ? Dan dari siapa ia mendapatkan proyek tersebut ? Ya perusahaan tempatnya bekerja dan dari orang kepercayaannya, Kalau sebelumnya pengahasilannya Rp. 10 juta sebulan, sekarang hampir Rp.20 miliar anggaran pelatihan bank tersebut masuk ke kocek perusahaannya. Itulah entreperneur.
Rabu, 02 Desember 2009
WIRAUSAHA-ENTREPRENEUR
Definisi di atas tidak membatasi bahwa wiraswastawan harus seorang yang menjalankan perusahaan milik sendiri. Dengan demikian kewiraswastaan berlaku di lingkungan manapun, termasuk koperasi, BUMN, pengusaha kaki lima, makelar bahkan di lingkungan karyawan sekalipun. Sebab apa? Karena kaum profesional yang status formalnya adalah seorang karyawan, pada hakikatnya merupakan seorang wiraswastawan juga, karena mereka bekerja dengan menjual “leadership”, atas dasar kemitraan bisnis yang adil dan saling menguntungkan, dan bukan atas dasar keinginan untuk “menumpang hidup” semata. Para distributor dari sebuah perusahaan multi-level-marketing, sebagaimana agen-agen asuransi, juga merupakan pribadi-pribadi yang berusaha secara mandiri dan mereka berwiraswasta. Beberapa perusahaan yang telah maju ternyata juga didirikan oleh para mantan karyawan yang memiliki naluri kewiraswastaan. Hal ini menguatkan bukti bahwa nilai-nilai kewiraswastaan memang ada dimana-mana. Hanya saja, kewirawastaan ada yang kelihatan secara jelas, ada yang tersembunyi.
Betapa pun saya menyambut baik munculnya berbagai istilah alternatif, karena hal tersebut dengan sendirinya akan memperkaya khasanah kosakata bahasa Indonesia yang masih memerlukan pembinaan-pembinaan lebih jauh. Sebab itu, dalam situs ini akan dipergunakan istilah “wiraswasta” dan “wirausaha” secara silih berganti, agar tidak menimbulkan kejenuhan.
Beberapa aktivitas yang memiliki kandungan nilai kewirausahaan, baik yang jelas maupun yang tersembunyi bisa dicontohkan sebagai berikut :
1). Pengusaha-pengusaha “kantoran” yang menjalankan perusahaan milik sendiri atau bermitra. Baik dari kelas pengusaha besar, menengah ataupun kecil.
2). Pengusaha-pengusaha seperti pedagang kaki lima, warung nasi, restoran, toko klontong, bengkel, salon dan lain-lain.
3). Pengusaha candak kulak, seperti bakul jamu, tukang bakso pikul/grobak, dan lain sebagaiya.
4). Pengurus dan anggota-anggota koperasi.
5). Tokoh-tokoh pemasaran, seperti para direktur dan manajer pemasaran, sales representative, business representative, salesmen/girl door to door.
6). Para distributor multi-level-marketing serta para agen asuransi.
7). Tokoh-tokoh profesi seperti dokter, pengacara, notaris, konsultan yang membuka praktik sendiri, sampai supir taksi.
8). Mereka yang menjalankan bisnis sambilan, tanpa melecehkan pekerjaan utamanya sebagai karyawan.
9). Para karyawan, yang sambil bekerja, berusaha mengumpulkan modal dan belajar untuk mempersiapkan diri menjadi pengusaha nantinya.
10). Para makelar yang jujur.
11). Kaum profesional yang menjual leadership pada perusahaan-perusahaan besar mulai dari yang menjabat sebagai presiden direktur, direktur atau manajer.
12). Pekerja free-lance, instruktur-instruktur aerobik, pelatih olahraga yang bekerja waktu penuh.
HIDUP MEMANG HARUS KERJA KERAS &SUKSES
Tahukah Anda, bahwa sukses Anda sangat tergantung pada sesuatu di luar diri Anda? Nah lho! Pak Sopa ini gimana toh, kemarin bilang bahwa sukses adanya di dalam diri sendiri. Jennie S. Bev bahkan bilang bahwa Sayalah sukses itu. Kok sekarang jadi lain lagi?
Tidak. Tidak lain. Ini hanyalah soal cara pandang. Mari kita telusuri, dan ingatlah bahwa ini erat hubungannya dengan konsep mastermind dan mind power.
Sukses Anda tergantung pada suksesnya "sesuatu" di luar Anda. Sesuatu itu bisa orang lain, atau memang "sesuatu" saja di luar sana. Sesuatu di luar Anda itu bisa benda hidup atau benda mati. Intinya, sesuatu itu adanya pasti di luar "Anda".
Jika Anda pegawai atau karyawan, bagaimanakah Anda mencapai sukses? Bagaimana caranya mendapatkan promosi? Apa yang perlu Anda lakukan agar karir Anda melejit sampai ke puncak? Apa yang perlu Anda capai agar Anda mencapai kesuksesan sebagai pegawai atau karyawan?
Pertama, Anda perlu mensukseskan tugas dan pekerjaan Anda. Kedua, Anda perlu mensukseskan program organisasi atau perusahaan Anda. Ketiga, Anda perlu mensukseskan boss Anda. Keempat, Anda perlu mensukseskan organisasi atau perusahaan Anda. Setelah itu, barulah Anda bisa sukses.
Jika Anda manager, apa yang Anda perlukan agar Anda bisa sukses sebagai manager?
Anda harus mensukseskan anak buah Anda.
Jika Anda guru, dosen, trainer, coach, mentor, atau motivator, apa yang Anda perlukan agar Anda bisa sukses sebagai profesional di bidang-bidang itu?
Anda harus mensukseskan murid, siswa, dan trainee Anda. Saat mereka keluar dari ruangan kelas, merekalah yang harus merasa sukses, bukan Anda. Setelah itu, barulah Anda bisa disebut sebagai pembina dan pendidik yang sukses.
Jika Anda pengusaha yang memproduksi sepatu, apa yang Anda perlukan agar Anda bisa disebut sebagai pengusaha sukses?
Anda perlu mensukseskan sepatu Anda, agar menjadi sepatu pilihan. Sepatu yang diminati, digemari, dicari, dan dibeli. Jika itu berhasil dicapai, maka barulah Anda disebut pengusaha sukses.
Jika Anda penjual bakso? Ya Anda harus mensukseskan bakso Anda terlebih dahulu, barulah Anda bisa disebut sebagai pedagang bakso yang sukses.
Jika Anda penulis? Anda harus menjadikan buku Anda sukses, misalnya dengan menjadi best seller. Barulah di belakangnya, Anda akan disebut penulis sukses.
Jika Anda petani buah jeruk?
Pertama Anda harus mensukseskan bibit jeruk Anda untuk terus bertahan hidup dan selamat dari segala penyakit dan hama. Kedua, Anda harus mensukseskannya untuk berbuah. Ketiga, Anda harus mensukseskannya untuk bisa bertahan sampai masak di pohon supaya kualitasnya paling baik. Bahkan, Anda juga harus mensukseskan rasanya agar manis dan segar. Kemudian, Anda harus mensukseskan penjualannya. Sudah? Belum! Anda juga harus mensukseskannya agar setiap kunyahan konsumen bisa meninggalkan bekas sukses. Barulah Anda disebut sebagai petani sukses.
Ya. Sukses Anda tergantung pada kesuksesan sesuatu yang lain di luar diri Anda sendiri.
Anda akan bisa mengetahui apakah Anda akan sukses atau tidak, jika Anda bisa memprediksi sukses tidaknya sesuatu di luar Anda.
Maka, waspadalah jika Anda merasa tidak betah di kantor karena nggak sreg dengan boss Anda. Itu tanda bahwa sukses Anda bukan di situ tempatnya. Anda, nggak bakalan sukses di kantor itu sepanjang "nggak sreg" itu masih ada.
Waspadalah, jika Anda merasa bosan dengan profesi yang Anda geluti. Itu tanda bahwa Anda tidak akan sukses di dalam profesi itu.
Waspadalah, jika Anda merasa tidak bisa menghadapi murid, siswa, atau trainee Anda dengan segala tingkah dan polahnya. Anda tidak akan sukses sebagai pembina dan pengajar.
Waspadalah, jika Anda sering membenci bawahan Anda. Anda nggak bakal sukses sebagai pemimpin. Itu artinya, organisasi dan perusahaan Anda juga nggak bakal sukses di tangan Anda.
Lantas bagaimana, ganti profesi? Pindah kantor? Ganti produk? Tukar tanaman? Tidak juga.
Ketahuilah sebuah titik awal yang paling penting untuk Anda sukseskan, yaitu mindset Anda. Ketahuilah bahwa akal dan pikiran Anda juga berada di luar "Anda".
Jika selama ini Anda berpikir bahwa "Anda" adalah akal Anda; berhentilah. Sebenarnya, akal Anda adalah tool alias alat kelengkapan "Anda". Andalah user dari akal Anda, bukan sebaliknya.
Pahamilah bahwa akal Anda, sebenarnya juga berada di luar "Anda". Akal Anda adalah instrumen kemanusiaan Anda. Maka hal pertama yang perlu Anda lakukan, adalah "mensukseskan" akal dan pikiran Anda. Barulah dengan begitu, "Anda" lebih mudah menjadi sukses. Bagaimana mensukseskan akal dan pikiran Anda? Anda tahulah harus bagaimana.
Jika Anda berhasil, Anda tidak perlu berganti profesi atau pindah ke kantor, bidang, atau pekerjaan yang lain. Dijamin, Anda pasti akan sukses di sana.
Sekarang bisakah Anda meletakkan dengan tepat, di mana letaknya sukses berdasarkan contoh-contoh konsep berikut ini?
"Kerjakan apa yang Anda inginkan"
"Lakukan apa yang Anda senangi"
"Komentar atau testimoni"
"Iklan dan promosi"
"Kerja keras"
"Manusia dalah makhluk individu sekaligus sosial"
"Anda harus bekerjasama"
"Orang yang paling baik adalah orang yang paling bermanfaat"
"Pahlawan tanpa tanda jasa"
Sukses Anda, hanya bisa tercipta jika Anda mensukseskan sesuatu di luar Anda.
Ya. Saya ingin Anda sukses. Saya harus membuat Anda sukses. (Hanya dengan mencapai itu, Saya akan mencapai sukses Saya.)
Istri Saya ngeloyor pergi. "Ya sudah. Kalo begitu aku bobo' duluan".